RAM Museum: Voicing The Voiceless Through Digital Realm

Tanamtumbuh Media
2 min readFeb 5, 2024
Tampak instalasi RAM Museum Site Deactivating Activism Edition. Foto milik RAM Museum.

Kerasnya kenyataan dalam menyuarakan ketidakadilan yang terjadi selama beberapa dekade berujung menyuarakan melalui dunia digital dengan harapan agar tidak bisa dibungkam.

Setelah dua tahun, RAM Museum kembali hadir dengan pameran seni ketiganya bersama MIVUBI yaitu Deactivating Activism Edition yang sepenuhnya diadakan secara virtual. Dengan ciri khas sebagai pameran yang membahas isu-isu sensitif, edisi kali ini mengangkat lebih spesifik tentang aktivisme 10 tahun kebelakangan di Indonesia.

Suara-suara masyarakat yang dipaksa bungkam memunculkan ide untuk memberikan ruang bebas bagi mereka untuk menunjukkan karya demonstrasi tanpa rasa takut. Tentunya, pertunjukkan karya seni ini tidak terlepas dari tujuan awal untuk mewujudkan demokrasi yang sehat. Terlebih sengaja dijadwalkan bersamaan masa Pemilu di Indonesia, sehingga dapat memantik bayangan kritis masa depan.

Pemilihan konsep virtual melalui server Minecraft berupaya untuk memperluas audiens penikmat seni dari berbagai lapisan sehingga menghindari audiens yang biasa mengunjungi galeri seni. Minecraft sendiri yang merupakan medium bermain, diharapkan setidaknya dapat menarik para gamers untuk tertarik dan sadar terhadap kasus-kasus nyata yang diangkat.

Deactivating Activism Edition akan menyajikan kasus-kasus aktivisme dalam beragam bentuk dan mode permainan. Seperti “Penggerebekan Pasar Gratis”, yakni permainan dimana player akan mengumpulkan “barang-barang” bukan untuk dijual, melainkan dibagikan secara gratis. Upaya POLRI dalam menggembosi KPK pun diwujudkan dalam bentuk duel tinju NPC berjudul “Cicak vs Buaya” dengan karakter berupa binatang cicak dan budaya menggunakan kostum seragam masing-masing.

Tampak instalasi RAM Museum Site Deactivating Activism Edition. Foto milik RAM Museum.

Tidak hanya itu, instalasi bangunan masih menggunakan metode klasik-display instalasi seperti dalam “Monumen Marsinah” yang ditampilkan persis seperti karya Moelyono di “100 Hari Meninggalnya Marsinah” 1993 atau Biennale Jogja 2019. Juga diorama penggusuran lahan warga demi New Yogyakarta International Airport (NYIA) dibangun lengkap dengan patok proyek dan alat berat.

Secara singkat, Deactivating Activism Edition adalah rangkuman ketidakadilan atas orang-orang yang meminta keadilan, dimanifestasikan dengan dunia permainan menghindari kekerasan dalam unjuk rasa oleh para aparat. Pameran ini dapat disaksikan dan diakses pada 11 Februari 2024 di youtube MIVUBI juga server Minecraft yang akan diunggah dalam website RAM Museum (www. rammuseum.com). Karya-karya akan terus diaktivasi hingga tiga bulan kedepan yakni bulan April dan akan ditawarkan berbagai aktivitas seperti kegiatan live, main bareng (mabar), hingga konten-konten terbaru.

--

--